Bagi sebagian besar orang, gambaran pernikahan yang sempurna adalah kebahagiaan selamanya. Tanpa percekcokan, harmonis. Tapi bagaimana bisa harmonis jika begitu banyak masalah yang perlu dibahas, misalnya rencana punya momongan yang tidak sejalan atau hanya menentukan ingin makan di mana akhir pekan ini. Psikolog Dale Atkins, penulis “Sanity Savers” akan membantu menunjukkan pada Anda sejumlah mitos perkawinan yang banyak dipercaya orang, mungkin termasuk Anda. Bukankah pantas kita membaca ini munkin sekedar bahan untuk pengingatan.
Pasangan adalah teman terbaik
Jika anda percaya akan hal ini, maka yang akan didapat adalah kekecewaan. Selama bertahun-tahun, Anda telah menjalin hubungan pertemanan dengan orang yang Anda nikahi. Namun tidak harus dimulai dengan cara itu. Anda membangun kepercayaan dan rasa hormat karena memiliki kehidupan pribadi dan minat sendiri dan saling mendukung satu sama lain melewati kesedihan, penyakit, saat buruk bahkan kematian. Inilah dasar dari
Jika anda percaya akan hal ini, maka yang akan didapat adalah kekecewaan. Selama bertahun-tahun, Anda telah menjalin hubungan pertemanan dengan orang yang Anda nikahi. Namun tidak harus dimulai dengan cara itu. Anda membangun kepercayaan dan rasa hormat karena memiliki kehidupan pribadi dan minat sendiri dan saling mendukung satu sama lain melewati kesedihan, penyakit, saat buruk bahkan kematian. Inilah dasar dari


