SELAMAT DATANG ! . SEMUA BANNER DI SINI BERHARGA LHO..KLIK AJA.... SALAM SUKSES.
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Agar Hubungan Pernikahan sempurna


Bagi sebagian besar orang, gambaran pernikahan yang sempurna adalah kebahagiaan selamanya. Tanpa percekcokan, harmonis. Tapi bagaimana bisa harmonis jika begitu banyak masalah yang perlu dibahas, misalnya rencana punya momongan yang tidak sejalan atau hanya menentukan ingin makan di mana akhir pekan ini. Psikolog Dale Atkins, penulis “Sanity Savers” akan membantu menunjukkan pada Anda sejumlah mitos perkawinan yang banyak dipercaya orang, mungkin termasuk Anda. Bukankah pantas kita membaca ini munkin sekedar bahan untuk pengingatan.

Pasangan adalah teman terbaik
Jika anda percaya akan hal ini, maka yang akan didapat adalah kekecewaan. Selama bertahun-tahun, Anda telah menjalin hubungan pertemanan dengan orang yang Anda nikahi. Namun tidak harus dimulai dengan cara itu. Anda membangun kepercayaan dan rasa hormat karena memiliki kehidupan pribadi dan minat sendiri dan saling mendukung satu sama lain melewati kesedihan, penyakit, saat buruk bahkan kematian. Inilah dasar dari

7 Masalah Dalam Perkawinan


Tak ada perkawinan yang tanpa masalah. Bahkan pasangan yang secara umum paling bahagiapun, punya masalah. Karena itu, ada baiknya untuk Sedikit menetahui masalah umum dalam perkawinan. Dengan cara itu anda akan punya peluang yang lebih baik untuk mengatasinya jika masalah tersebut muncul dalam perkawinan.

1. Kurang kepercayaan
Kepercayaan adalah bagian yang sangat penting dari hubungan. Kepercayaan menjadi masalah ketika pasangan yang satu merasa yang lainnya tidak jujur, atau tidak memperhatikan kepentingannya. Anda dan pasangan anda perlu bertanya kepada satu sama lain tentang perasaan anda dan apa yang anda alami.

2. Masalah Seks
Sifat seks dapat berubah dalam perjalanan hubungan. Perjalanan waktu mempengaruhi seksualitas. Kebanyakan pasangan tidak mempertahankan rasa kangen seperti yang mereka rasakan untuk pertama kalinya.

3. Kurang komunikasi
Penting untuk meluangkan waktu paling sedikit 5menit setiap hari sekedar bercengkrama untuk membicarakan topic ringan.

4. Masalah Uang
Buatlah daftar tujuan jangka panjang dan jangka pendek dan rencana berapa banyak yang akan dibelanjakan dan bagaimana cara menabung.

10 Kunci Perkawinan Bahagia


Perkawinan merupakan wujud menyatunya dua sejoli ke dalam satu tujuan yang sama. Dan salah satu tujuan perkawinan adalah mencapai kebahagiaan yang langgeng bersama pasangan hidup. Namun, jalan menuju kebahagiaan tak selamanya mulus. Banyak hambatan, tantangan, dan persoalan yang terkadang menggagalkan jalannya rumah-tangga. Untuk itu ada 10 tips menuju perkawinan yang bahagia.

1. Cinta
Cinta merupakan energi yang dahsyat untuk mengembangkan dan menyempurnakan kepribadian Anda dan suami. Cinta akan membantu membuang semua rintangan yang muncul di tengah perjalanan rumah tangga. Perkawinan yang dibangun tanpa landasan cinta sebetulnya adalah omong-kosong belaka. Meski bukan satu-satunya syarat, cinta sangat berperan dalam membangun perkawinan yang langgeng. Maka, cinta dalam perkawinan adalah sesuatu yang mutlak dan harus.

2. Seiman
Cinta saja tentu belum cukup untuk menciptakan perkawinan yang bahagia. Prinsip memilih suami yang seiman juga merupakan salah satu kunci dalam mencapai kebahagiaan rumah tangga. Memang, banyak pula pasangan suami-istri beda agama yang juga bisa bahagia menjalani perkawinannya. Namun, sebaiknya jangan anggap enteng soal satu ini. Bisa-bisa, Anda dan suami akhirnya jalan sendiri-sendiri, sesuai iman masing-masing. Belum lagi kehadiran anak. Persoalan agama apa yang akan dianut anak seringkali juga memicu perdebatan yang panjang.

3. Saling percaya
Tanpa rasa saling percaya antara pasangan suami-istri, perkawinan tentu tak akan berjalan mulus. Rasa saling

Jenis atau Tipe Hubungan Perkawinan


Berantem terus, tapi kok awet? Ah... mungkin tipe perkawinannya memang cocok.
Boleh jadi Anda terheran-heran, si A dan si B yang selama ini kelihatannya selalu mesra ternyata perkawinan mereka bubar di tengah jalan hanya setelah 3 tahun menjalani biduk perkawinan. Sementara pasangan lain, sebut saja Bu C dan Pak D yang terkenal hobi ribut ternyata malah merayakan ulang tahun ke-30 perkawinan mereka. Apa yang menyebabkan kedua pasangan suami istri tadi memiliki rentang usia perkawinan yang berbeda?

Jawaban dari pertanyaan tersebut terpulang pada alasan/pertimbangan mengapa dulu mereka memilih pasangan masing-masing. Jawabannya pasti berbeda-beda. Ada yang menikah dengan alasan ekonomi agar kelangsungan hidupnya secara finansial terjamin. Tak heran kalau ada banyak orang yang pertimbangan utamanya adalah kekayaan calon pasangan.

Ada juga pertimbangan lain, seperti ingin mendapat keturunan, demi status sosial, atau semata-mata demi cinta dan sebagainya. Namun alasan yang paling mendasari keputusan seseorang untuk menikah umumnya

TIPE-TIPE PERKAWINAN


1. Conflict-habituated (Konflik-terbiasa )
Tipe conflict-habituated boleh dibilang sebagai "partner in crime". Tipe ini adalah tipe pasangan yang jatuh dalam kebiasaan mengomel dan bertengkar tiada henti. Kebiasaan ini menjadi semacam "jalan hidup" bagi mereka. Tak heran kalau secara konstan mereka selalu menemukan ketidaksepakatan. Dengan kata lain, stimulasi perbedaan individu dan konflik justru mendukung kebersamaan pasangan tersebut.

2. Devitalized ( Melemahkan )
Tipe hubungan devitalized merupakan karakteristik pasangan yang sekali waktu dapat mengembangkan rasa cinta, menikmati seks, dan satu sama lain saling menghargai. Namun mereka cenderung merasakan kehampaan hidup perkawinan kendati tetap berada bersama-sama. Soalnya, kebersamaan mereka lebih karena dorongan demi anak atau citra mereka dalam komunitas masyarakat. Menariknya, pasangan tipe ini tak merasa dirinya maupun perkawinannya tidak bahagia. Mereka berpikir bahwa kondisi saat ini merupakan hal biasa setelah berlalunya tahun-tahun penuh gairah. Ironisnya, tipe perkawinan inilah yang paling banyak ditemukan dalam masyarakat mana pun.


3. Passive-congenial  ( Pasif-menyenangkan )

Pada dasarnya pasangan tipe passive-congenial memiliki kesamaan dengan pasangan tipe devitalized. Hanya saja kehampaan yang dirasakan telah berlangsung sejak awal perkawinan. Boleh jadi karena perkawinan seperti ini biasanya berangkat dari berbagai pertimbangan ekonomis atau status sosial dan bukannya relasi emosional. Seperti halnya pasangan tipe devitalized yang minim keterlibatan emosi, pasangan passive-congenial juga tidak terlalu berkonflik, namun kurang puas menjalani perkawinannya. Dalam keseharian, pasangan-pasangan tipe ini lebih sering saling menghindar dan bukannya saling peduli.

Pria Nigeria Punya 107 Istri dan 185 Anak.


Awalnya, ia menikahi istri pertamanya atas dasar cinta, karena perempuan itu tulus dan menyenangkan. Namun, toh ia belum puas dan memutuskan mengambil istri kedua. Alasannya, gadis itu penurut dan memenuhi segala keinginannya.
Juga istri ketiganya, yang selalu mengatakan ‘ya’ untuk semua kemauannya. Sementara istrinya yang keempat, sangat patuh. Alasan yang yang sama juga berlaku untuk yang kelima, keenam, ketujuh, … hingga lebih dari 100.
Sejak akhir 1980-an, menikah seakan menjadi ‘pekerjaan utama’ Bello Maasaba, seorang tokoh spiritual sebuah negara bagian di Nigeria.  Setiap beberapa bulan sekali — bahkan beberapa minggu — ia menikahi seorang perempuan.
Total, pria 87 tahun itu telah menikahi 107 wanita, bahkan dalam masyarakat yang membolehkan poligami, ini sudah kelewatan. Ia tetap nekat, meski pemerintah Nigeria tak senang dengan tindakannya, demikian juga dengan otoritas Islam setempat.
Sembilan dari istrinya meninggal dunia, 12 lainnya memilih bercerai. Kini, Bello Maasaba hidup bersama dengan 86 istri, yang tertua berusia 64 tahun, yang termuda  bahkan baru 19 tahun. Dari para istrinya, ia mendapatkan 185  anak, 133 diantaranya masih hidup. Anak bungsunya baru berusia sebulan.
Jika dikumpulkan, kerabatnya — ipar, sepupu, keponakan, jumlahnya sekitar 5.000 orang. Luar biasa banyak. Kehidupan Maasaba
Untuk mengetahui bagaimana bisa seorang pria hidup dengan begitu banyak istri, kita harus melintasi jalanan berdebu ke sebuah kota di utara Nigeria, Bida. Deru motor-motor buatan China melepaskan asap knalpot hitam pekat yang menyesakkan dada. Para perempuan berpakaian panjang duduk berlindung di bawah payung di pasar, menjual buah-buahan dan sayuran.
Di sisi kota, terdapat sebuah rumah besar bertingkat empat, punya 89 kamar, dan beranda luas yang disangga pilar berwarna keemasan — sebuah kemegahan yang mulai memudar.  Di sanalah keluarga besar Maasaba tinggal.
Awalnya pasca lulus dari sekolah, ia  menjalani kehidupan biasa selama 21 tahun: membuka bisnis pakaian, bekerja di pabrik gula, dan hanya punya dua istri.
Hidupnya normal, sampai suatu ketika di tahun 1970-an, ia mengaku dikunjungi ‘Malaikat Jibril’.

NASIHAT PERKAWINAN


KATA PENGANTAR
Islam adalah agama yang syumul (universal). Agama yang mencakup semua
sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalahpun, dalam kehidupan ini, yang
tidak dijelaskan. Dan tidak ada satupun masalah yang tidak disentuh nilai
Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. Itulah Islam,
agama yang memberi rahmat bagi sekalian alam.
Dalam masalah perkawinan, Islam telah berbicara banyak. Dari mulai
bagaimana mencari kriteria bakal calon pendamping hidup, hingga
bagaimana memperlakukannya kala resmi menjadi sang penyejuk hati.
Islam menuntunnya. Begitupula Islam mengajarkan bagaimana
mewujudkan sebuah pesta pernikahan yang meriah, namun tetap
mendapatkan berkah dan tidak melanggar tuntunan sunnah Rasulullah
shallallhu 'alaihi wa sallam, begitupula dengan pernikahan yang sederhana
namun tetap penuh dengan pesona. Islam mengajarkannya.
Nikah merupakan jalan yang paling bermanfa'at dan paling afdhal dalam
upaya merealisasikan dan menjaga kehormatan, karena dengan nikah
inilah seseorang bisa terjaga dirinya dari apa yang diharamkan Allah. Oleh
sebab itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendorong untuk
mempercepat nikah, mempermudah jalan untuknya dan memberantas
kendala-kendalanya.
Nikah merupakan jalan fitrah yang bisa menuntaskan gejolak biologis
dalam diri manusia, demi mengangkat cita-cita luhur yang kemudian dari
persilangan syar'i tersebut sepasang suami istri dapat menghasilkan
keturunan, hingga dengan perannya kemakmuran bumi ini menjadi
semakin semarak.
Melalui risalah singkat ini. Anda diajak untuk bisa mempelajari dan
menyelami tata cara perkawinan Islam yang begitu agung nan penuh
nuansa. Anda akan diajak untuk meninggalkan tradisi-tradisi masa lalu
yang penuh dengan upacara-upacara dan adat istiadat yang
berkepanjangan dan melelahkan.
Mestikah kita bergelimang dengan kesombongan dan kedurhakaan hanya
lantaran sebuah pernikahan ..? Na'udzu billahi min dzalik.
Wallahu musta'an.
MUQADIMAH